Menurut Joseph Tiffin yang dikutip oleh Henry Simamora dalam buku “Manajemen Sumber Daya Manusia” (1995:344-345), tujuan mengevaluasi kinerja karyawan dapat dikategorikan atas dua tujuan pokok, yaitu:
Untuk tujuan administrasi pengambilan keputusan promosi dan mutasi, misalnya:
- Sebagai dasar pengambilan keputusan promosi dan mutasi. Untuk menentukan jenis-jenis latihan kerja yang diperlukan.
- Sebagai kriteria seleksi dan penempatan karyawan.
- Sebagai dasar penilaian program latihan dan efektivitas jadwal kerja, metode kerja, struktur organisasi, sistem pengawasan, kondisi kerja dan peralatan.
- Sebagai metode pembayaran gaji dan upah.
Tujuan individual employee development, yang meliputi:
- Sebagai alat ukur mengidentifikasi kelemahan-kelemahan personal dan dengan demikian bisa sebagai bahan pertimbangan agar bisa diikutsertakan dalam program latihan kerja tambahan.
- Sebagai alat untuk memperbaiki atau mengembangkan kecakapan kerja yang baik.
- Sebagai alat untuk meningkatkan motivasi kerja Karyawan sehingga dapat tercapai tujuan untuk mendapatkan performance kerja yang baik.
- Sebagai alat untuk mendorong atau membiasakan para atasan untuk mengobservasikan perilaku dari bawahannya supaya diketahui minat dan kebutuhan-kebutuhan bawahannya.
- Sebagai alat untuk bisa melihat kekurangan atau kelemahan-kelemahan dimasa lampau dan meningkatkan kemampuan-kemampuan karyawan selanjutnya.
DIarsipkan di bawah: MANAJEMEN SDM | Ditandai: IKOPIN, MANAJEMEN, MANAJEMEN SDM, Pendidikan, Sumber Daya Manusia





alat ukur yang jelas apa?
minimalisasi lembur?
hasil kerja secara kuantitas dan kualitas?
agak abstrak ya?
Logo avatar anda bagus….