PEMASARAN INTERNASIONAL MELALUI FRANCHISE (WARALABA)

Franchise atau waralaba mulai berkembang pesat tahun 1970-an. Di Indonesia termasuk pemasaran domestik berkembang tahun 1990-an. Salahsatu pendorong dilaksanakannya pendekatan ini adalah untuk meminimumkan resiko bagi pemasar internasional.

Adapun pihak-pihak yang terkait dalam francise atau waralaba antara lain :

  1. Franchisor : perusahaan yang memberi izin usahanya untuk digandakan oleh pihak lain melalui sistem kontrak yang disepakati.
  2. Franchisee : perusahaan yang menerima untuk melakukan usaha berdasar siatem kontrak franchise.

Kewajiban dan Hak Franchisor dan Franchise

  1. Kewajiban
  • Franchisor
  1. Manajemen pemasaran : Melakukan riset dan perencanaan pemasaran
  2. Produk : Produk-produk khusus
  3. Manajemen Keuangan : Sistem keuangan, jaringan
  4. SDM : Kriteria kompetensi
  5. Operasi : Kriteria sistem dan prosedur
  • Franchisee
  1. Manajemen Pemasaran : Pelaksanaan pemasaran
  2. Produk : Produk-produk atau komponen produk lokal
  3. Manajemen Keuangan : Pelaksanaan sistem
  4. SDM : Rekruitmen dan manajemen
  5. Operasi : Penerapan sistem dan prosedur

2. Hak

  • Franchisor
  1. Fee : Franchise fee sesuai masa kontrak
  2. Bagi hasil : Apabila omset melewati batas tertentu, dalam persentase sesuai kontrak
  • Franchisee
  1. Fee : Semua keuntungan apabila omset kurang dari batas standar
  2. Bagi hasil : Bagian keuntungan apabila omset lebih dari standar

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: