ANTARA CINTA DAN DOSA Bagian II

Rido semakin hari semakin penasaran dengan cwe yang selalu ingatin dia untuk ibadah. Kadang kalau dia lagi melamun tanpa dia sadari bibirnya selalu mengucapkan kata “Diana”. Diana adalah cwe yang Rido kenal lewat chat itu. Tak terasa waktupun terus berlalu, perteman Rido dengan Diana sudah dua bulan lamanya. Baik Rido maupun Diana satu sama lain belum tau wajah mereka masing-masing. Dengan rasa penasaran, akhirnya Rido mulai meminta fotonya Diana. Rido memohon ke Diana agar fotonya dia kirim lewat pos, karena waktu itu kebetulan Rido memakai hp yang tidak ada buat akses mmsnya. Diana menyetujui asalkan Ridopun dapat mengirimkan fotonya. Dihari yang bersamaan Rido dan Diana saling mengirim foto lewat pos. Dihari keempat setelah foto dikirimkan, datang tukang pos kerumah Rido memberikan amplop dengan pengirim atas nama Diana. Rido waktu itu kelihatan begitu bahagia, langsung saja dia pergi kekamarnya dan membuka isi amplop tersebut. Didalam amplop terdapat selembar surat dan satu lembar foto, Rido tambah seneng saja ternyata Diana begitu cantik. Seharian penuh foto Diana dia pandangi terus sambil diciumi. Pas jam tujuh malam Rido telepon Diana menanyakan apa fotonya sudah sampai atau belum.

” Din aku sudah menerima foto kamu, foto aku sudah nyampai belum ?, tanya Rido ke Diana.

“Oya sudah Rid, maaf aku ga ngasih tahu kamu, soalnya kebetulan aku ga ada pulsa, justru aku nunggu kamu telpon dari tadi”.

“Aku juga minta maaf tadi aku lupa soalnya aku terlalu seneng soalnya ternyata temenku cantik banget”.

” Ah… kamu gombal, kamu juga cakep ko”, kata Diana

” Din aku suka kamu, mau ga kamu jadi pacar aku ?.

” Ah, kamu jangan becanda kita kan temen”

” Ya kita temen, tapi aku ingin lebih sekedar temen, aku sayang kamu Din”

“Wah… gombal lagi nich….Oya maaf udahan dulu aku dipanggil mamah”

” Gimana Din aku diterima ga ?, Rido setengah memaksa ke Diana.

” Nanti aja jawabannya, aku dipanggil dulu mamah, yu… dah… met malam!”

Karena Diana dipanggil mamahnya akhirnya pembicaraan mereka sampai disana. Rido terus menerus memandangi foto Diana sampai akhirnya matanya terasa lelah dan tertidur. Keesokan harinya masih pagi-pagi sekali Rido langsung telpon Diana

“Hallo Din apa kabar hari ini ?”, tanya Rido ke Diana

“Baik, Tumben pagi-pagi sekali sudah telepon, kabar kamu gimana ?”

“Aku juga baik, aku telpon pagi sekali karena aku jujur aja inget terus sama kamu, gmana soal tadi malam aku diterima ga”?

” Gimana ya…, sebenernya aku juga suka kamu”

” Diterima ga ?”, Rido ngotot banget agar Diana segera menjawabnya dengan pasti

” Sabar dong Rid……, aku kan tadi belum selesai ngomong, ya Rid aku terima”

Rido merasa seneng banget karena Diana menerima cintanya. Sudah satu bulan hubungan mereka jalankan, tapi Diana belum ada waktu untuk bertemu dengan Rido. Rido berusaha sabar menunggu sampai benar-benar Diana ada waktu untuk bertemu.  Menginjak pada bulan ketiga akhirnya Diana sempatkan diri untuk bertemu Rido. Tempat tinggal Rido dan Diana berbeda kota, sehingga mereka sepakat untuk bertemu disuatu tempat yang berada dipertengahan antara kota tempat tinggal Rido dan Diana. Pertemuanpun berlangsung, keduanya merasa senang karena pujaan hati akhirnya bisa bertemu. Mereka saling bercerita tentang dirinya masing-masing. Namun ada sesuatu yang sangat membuat Rido bersedih, karena ternyata Diana mempunyai penyakit leukimia.

” Rid setelah mendengar tentang aku, apa kamu masih sayang sama aku “?, tanya Diana ke Rido.

” Ya, aku sayang banget sama kamu Din, aku ingin nikahi kamu”.

” Tapi Rid aku kan penyakitan, nanti aku bakal nyusahin kamu”

” ga apa-apa itu , aku bener-bener sayang kamu”.

Waktu itu Rido tak terasa menitikan air mata, karena orang yang sangat dia sayangi dan yang selalu memperhatikan  terutama dalam ibadah sehingga Rido berubah, ternyata mempunyai penyakit yang cukup parah. Tapi Rido ikhlas menerima apa adanya Diana.  Waktupun tak terasa sudah hampir sore dan akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing. Walaupun keadaan Diana dengan penyakitnya yang cukup parah, tapi Rido yakin bahwa Diana satu-satunya cwe yang bisa membahagiakan dia. Dengan keyakinannya itu Rido berkata kepada Diana, agar kiranya untuk cepat menikah. Rencana pernikahanpun mereka buat, mereka merencanakan untuk menikah diakhir tahun depan.

Waktu terus berlalu hubungan Rido dan Diana sudah satu tahun, ketika tinggal enam bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, tiba-tiba Rido tergoda oleh seorang cwe yang tak kalah cantik dan baiknya seperti Diana, cwe itu bernama Anita. Anita cwe yang begitu anggun, baik budi pekerti dan bahasanya. Rido mengenal Anita ketika dia lagi mengikuti seminar. Dari perkenalan itu Rido menaruh hati kepada Anita. Kini dihati Rido menjadi ada dua orang cwe yang sangat dia kagumi. Suatu hari Rido bertemu lagi dengan Anita dimall ketika Rido sedang mencari pakaian. Mereka ngobrol begitu asik, dan merekapun saling bertukar nomor hp karena pada awal kenalan mereka belum sempat saling tukar nomor hp. Dari pertemuan itu akhirnya mereka sering kontak. Meskipun demikian Rido masih ingat dan sayang Diana.

Ketika lima bulan lagi Rido dan Diana akan melangsungkan pernikahan, ada hal yang membuat Rido kecewa. Rido meminta agar Diana bisa bertemu dulu dengan orang tua Rido. Karena selama hubungannya baik Rido maupun Diana satu sama lain belum pernah  memperkenalkan secara langsung bertemu dengan  orang tuanya masing-masing, mereka baru memperkenalkan diri melalui telepon saja. Hal tersebut karena Diana yang meminta, dan Diana berjanji apabila waktu rencana menikah tinggal lima bulan dia akan bertemu dengan orang tua Rido. ketika ditanya oleh Rido kapan Diana akan bertemu dengan orang tuanya begitu juga sebaliknya kapan Rido akan dipertemukan dengan orang tua Diana,  Diana mengatakan bahwa dirinya akan pergi dulu dengan orang tuanya untuk berobat kesuatu tempat, dan Diana akan tinggal disana selama 1 bulan. Rido merasa begitu kecewa karena semua itu tidak sesuai dengan harapannya. Akhirnya saling memperkenalkan dengan orang tua ditunda satu bulan. Satu bulan telah berlalu, waktu kerencana pernikahan tinggal empat bulan lagi. Kemudian Rido mengingatkannya kembali kepada Diana bahwa waktu untuk menikah sudah mendekat. Namun sayang, Diana masih belum bisa untuk bertemu dengan orang tua Rido karena alasan masih berobat. Rido semakin kecewa dan membuatnya merasa bingung, karena Rido sebelumnya telah memberitahukan orang tuanya bahwa Diana akan bertemu. Disela kekecewaannya itu Rido merasa butuh suasana yang dapat menghibur dirinya . Sehingga Rido menjadi sering menelpon Anita. BERSAMBUNG

Satu Tanggapan

  1. Wah keren.. lanjutannya mana ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: